
Dilansir dari Kementerian PPPA, ternyata ada sebanyak 54,42% perempuan pekerja di Indonesia. Fakta ini mengungkap bahwa semakin banyak perempuan yang terjun ke dunia kerja, berkontribusi dalam berbagai bidang dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di dunia kerja yang posisinya tentu lebih banyak didominasi oleh laki-laki.
Namun, di balik pencapaian tersebut, ada realitas yang sering kali tersembunyi, yaitu beban ganda yang harus ditanggung. Sebagai pekerja, tentulah mereka dituntut untuk selalu professional, sementara di rumah, tanggung jawab sebagai istri, ibu atau seorang anak perempuan tidaklah berkurang.
Dibalik beban ganda dan beberapa tuntutan tersebut, tidak jarang berdampak pada kesehatan mental perempuan, yang sering kali merasa harus tampil “sempurna” di segala lini. Artikel ini, akan membahas lebih dalam bagaimana seharusnya perempuan pekerja menghadapi dilema ini, sekaligus menawarkan solusi untuk menjaga keseimbangan antara professionalitas pekerjaan, tanggung jawab di rumah, serta tetap bisa menjaga kewarasan diri sendiri.

- Tantangan Menjaga Professionalitas di Dunia Kerja, Serta Solusi Yang Bisa Diterapkan :
Tantangan menjaga professionalitas bagi setiap perempuan pekerja, bisa sangat beragam. Misalnya stereotip gender yang menganggap perempuan tidaklah cukup kuat terutama dalam peran kepemimpinan, sampai dengan perempuan yang dianggap kurang mampu menyeimbangkan work-life-balance dibandingkan dengan laki-laki. Untuk menghadapi beberapa tantangan tersebut, berikut adalah Langkah-langkah yang bisa teman-teman sekalian ambil :
1. Mengembangkan kepercayaan diri
Teman-teman sekalian bisa mengembangkan kepercayaan diri dengan terus mengasah kemampuan yang teman-teman miliki. Selain itu, teman-teman bisa fokus pada hasil kerja, sehingga professionalitas bisa dinilai berdasarkan kualitas pekerjaan teman-teman, bukan hanya asumsi gender semata.
2. Abaikan stereotip
Teman-teman sekalian tidak perlu terpengaruh oleh anggapan ataupun komentar yang berlandaskan stereotip gender semata, yakinlah bahwa posisi teman-teman bekerja untuk memberdayakan diri kalian sendiri dan tentunya untuk membantu keluarga di rumah.
3. Memperjuangkan Work-Life-Balance
Teman-teman sekalian bisa memulai untuk mengatur waktu sebaik mungkin, agar tetap terorganisir antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Selain itu, teman-teman juga harus mampu dan berani untuk berkata tidak pada tugas tambahan dalam pekerjaan yang dirasa tidak cukup relevan.
4. Memanfaatkan dukungan tempat kerja
Saat perusahaan atau tempat bekerja teman-teman mengadakan pelatihan atau program untuk memperkuat kepemimpinan ataupun kemampuan, cobalah untuk mengambil kesempatan tersebut.
5. Mengelola ekspektasi diri sendiri
Hindari perfeksionisme yang tanpa sengaja bisa membebani diri kalian sendiri dan ujungnya bisa berdampak pada kesehatan mental kalian.
- Tanggung jawab rumah tangga dengan berbagai masalah yang mengintai, beserta solusinya :
Meski bekerja penuh waktu, tidak jarang perempuan pekerja tetap dihadapi oleh pekerjaan rumah tangga yang juga dipikul sendiri. Hal ini sering kali menjadi penyebab utama seorang perempuan pekerja merasa kelelahan secara fisik, maupun mental. Berbagai masalah yang sering kali mengintai adalah ketimpangan pembagian tugas antara suami-istri di rumah, sampai dengan perasaan bersalah karena merasa tidak bisa menghabiskan cukup waktu bersama anak-anak ataupun keluarga. Berikut adalah solusi yang bisa teman-teman terapkan untuk berbagai masalah tersebut.
1. Komunikasikan dengan pasangan
Membagi tugas dan tangguna jawab rumah tangga secara adil, tentunya bisa menjadi opsi. Cobalah untuk mendiskusikan hal tersebut ke pasangan kalian ya, terlebih jika teman-teman sekalian sudah merasa sangat kerepotan untuk mengemban tanggung jawab tersebut sendirian. Berbagi peran sebagai suami dan istri, tentulah hal yang sah-sah saja.
2. Delegasikan tugas rumah tangga
Jika memang memungkinkan, teman-teman bisa menerapkan opsi untuk menggunakan jasa bantuan asisten rumah tangga, agar beban tugas rumah tangga bisa menjadi lebih ringan.
3. Maksimalkan kualitas waktu bersama anak-anak dan keluarga

Jika memungkinkan, teman-teman juga bisa memanfaatkan waktu sebelum berangkat & setelah pulang bekerja untuk bisa hadir memenuhi peran bagi anak dan keluarga kalian. Menyiapkan makanan kesukaan mereka di pagi hari ataupun mendengarkan kegiatan harian mereka pada malam harinya, bisa menjadi solusi yang bisa teman-teman terapkan. Saat hari libur-pun, cobalah untuk fokus pada anak-anak dan keluarga kalian tanpa gangguan pekerjaan.
4. Jangan Membandingkan Diri dengan Ibu lainnya
Setiap Ibu memiliki tantangan yang berbeda-beda. Tidaklah perlu kalian harus merasa sempurna, apalagi harus membandingkan diri kalian dengan Ibu lainnya. Hal itu bisa mengurangi fokus teman-teman sekalian untuk menghadapi tantangan pekerjaan maupun tanggung jawab rumah tangga. Selain itu, hal tersebut juga bisa melelahkan mental kalian. Ingat ya, Nobody is perfect, begitupun seorang perempuan pekerja.
- Kesehatan Mental yang Terabaikan, Beserta Solusi yang Bisa Diterapkan :
Kombinasi antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga, mampu memicu dampak negatif pada kesehatan mental perempuan. Burnout, depresi bahkan kehilangan jati diri bisa menjadi muara apabila diabaikan terus menerus. Kombinasi antara manajemen waktu dan perawatan diri merupakan hal yang bisa kalian terapkan.
1. Buatlah To-Do-List dan Prioritas Utama
Teman-teman sekalian bisa memulai untuk membuat daftar pekerjaan rumah yang harus dilakukan secara harian, mingguan ataupun bulanan. Tetapkan juga prioritas teman-teman kalian di rumah.
2. Berikan Pengertian Pada Pasangan, Anak ataupun Keluarga Lainnya
Jelaskan kepada pasangan, anak ataupun keluarga kalian untuk memahami kondisi kalian yang tidak sepenuhnya bisa ada dan hadir 24 jam di rumah untuk mereka. Jelaskan juga mengapa pekerjaan kalian adalah hal yang penting, agar mereka juga mampu memahami dan mendukung teman-teman sekalian.
3. Jaga Kesehatan Fisik Kalian
Pastikan tubuh teman-teman sekalian tetap mendapatkan nutrisi baik, tidur yang cukup maupun olahraga yang teratur. Saat tubuh kalian sudah terasa pegal-pegal dan sering nyeri, kalian bisa mencoba Minuman Latte Kekinian dari Umandaru Drinks. Minuman Yellow Turmeric Latte berbahan dasar kunyit yang kaya akan anti-inflamasi, sangat cocok untuk meredakan rasa sakit pada tubuh kalian, lho. Teman-teman sekalian bisa membelinya di Shopee Umandaru Official Store.
4. Luangkan waktu untuk Me-Time

Carilah aktifitas yang bisa mengembalikan energi diri teman-teman sekalian. Contohnya melakukan hobi seperti memasak, menonton film atau bahkan berolahraga. Cobalah juga untuk memanjakan diri kalian sejenak dengan berbagai perawatan, seperti pijat, SPA ataupun creambath di Umandaru Spa Bintaro Sektor 3. Percayalah hal sederhana seperti pijat saja, bisa membuat teman-teman sekalian siap kembali untuk berbagai aktifitas bahkan tanggung jawab lainnya kedepannya.
Kesimpulannya, menyeimbangkan peran sebagai perempuan pekerja dan harus turut serta mengurus rumah tangga jelaslah tidak mudah, tetapi dengan strategi yang tepat, teman-teman sekalian bisa tetap produkif namun tetap bisa menjaga kesehatan mental kalian. Ingatlah, bahwa merawat diri sendiri merupakan langkah awal untuk kalian bisa merawat hal lainnya, termasuk juga keluarga teman-teman sekalian.
-erk-22/12/2024
